Jumat, 03 April 2020


Bebek Menoreh (Ter)Bakar (Api Cemburu)

Beberapa waktu lalu, ada salah seorang pelanggan #BebekMenoreh menceritakan pengalamannnya.

Ya ampun, Mbak. Hampir saja aku melabrakmu! Aku lagi kesel kan ya, eh kok pesananku salah. Kesel, dong! Tapi, untungnya, sebelum aku marah beneran, aku mencoba mengingat-ingat lagi. Dan, ternyata....

Jadi, ceritanya begini. Mbak pelanggan itu, sebut saja namanya Surti, memesan #BebekMenoreh. Satu utuh ya, Mbak. Dimasakin yang enak. Ini buat anniversary dua tahun yhang-yhangannya kami.

Bayangin, merayakan hubungan kasih dengan yang tercinta sambil menyantap #BebekMenoreh rasanya pasti kayak makan bebek

Pesanan #BebekMenoreh goreng utuh sudah diantar dan diterima dengan baik. Mbak Pelanggan sempat membuka tutup dan menghirup aroma bebek goreng yang syuedap. Perutnya berkerucuk lapar. Ia sudah menyiapkan semuanya; nasi putih hangat, sambal dalam wadah, lalapan di piring, dan #bebekmenoreh disajikan dalam piring ceper putih yang lebar. Sudah dipotong-potong sehingga nanti tinggal comot.

Deru sedan terdengar berhenti di depan rumah. Kekasih Mbak Pelanggan mengucap salam dan masuk rumah. Tampang pria itu letih. Mbak Pelanggan menyambutnya dan segera mengajak makan. Tak lupa, cuci tangan terlebih dulu. "Apa ini, Sayang?" tanya si Kekasih. "Perayaan kecil-kecilan," jawab Mbak Pelanggan. "Perayaan apa --" Ponsel si Kekasih berbunyi nyaring. "Oh, sori. Aku harus membalas pesan ini." Pria itu kemudian sibuk mengetik membalas pesan.

Mbak Pelanggan merasa dicuekin. Pesan itu terus berdatangan. "Bisa nggak hapenya ditaro dulu, terus kita makan!?" "Oh, sori." Si Kekasih menyimpan ponsel. "Ini perayaan hari jadi kita yang--" Ponsel si Kekasih kembali berbunyi. Pria itu lebih memilih membalas pesan ketimbang mencurahkan perhatiannya pada mbak Pelanggan.

Mbak Pelanggan tak sabar lagi. Ia menghentakkan kaki berdiri. Ponsel itu direbutnya. Kedua matanya membulat. Emosinya tersulut. Kekasihnya sedang saling membalas pesan dengan sang Mantan!

Di hari jadi mereka bercinta-cintaan, kekasihnya malah sibuk WA-nan sama si mantan! Betapa marah si Mbak Pelanggan. Rasa cemburunya begitu memuncak.

Swwooorrzssh!

Api cemburunya membakar apa aja, terutama rasa sabar dan sayangnya pada sang Kekasih. Ia hendak membanting ponsel itu tapi berhasil ditahan. "Mantanku cuma curhat!" Si Kekasih merebut kembali ponselnya. "Ia sedang bermasalah dengan suaminya!" "Sudah bukan urusanmu lagi kalau ia sedang punya masalah!" Sembur Mbak Pelanggan. "Nggak usah cemburu kamu!" Si Kekasih segera masuk kamar.

Malam itu tak jadi ada makan malam romantis perayaan yhang-yhangan. Mbak Pelanggan bersedih. Di tengah ia menangis perutnya berkeruyuk lapar. Akhirnya ia memutuskan untuk makan saja.

Saat hendak menciwel bebek menoreh, tangannya berhenti. Kenapa yang tersaji di hadapannya adalah bebek bakar? Ia kan pesan bebek goreng! Hampir saja ia hendak mendamprat #BebekMenoreh ketika teringat; memang tadi bebek menorehnya benar bebek goreng.

Lalu, kenapa sekarang jadi bebek bakar?

Lama ia termangu dan akhirnya sadar, api cemburunya-lah yang menjadikan bebek goreng tersebut menjadi bebek bakar. #BebekMenoreh (ter)bakar api cemburu.
Copyright © 2018- | Viva | Sitemap | MURAKABIVOLQAmedia | KULINER BEBEK MENOREH | Bebek Jogja Mantap Siap Santap