Jumat, 10 Mei 2019


Mengejar Bebek Menoreh Kesrimpet Selendang

Sore itu perasaan Rahayu dongkol bukan main. Ia membuka kardus nasi kotak untuk berbuka puasa dan isinya hanya sekepal nasi dan dua iris mentimun. Mana lauknya?


Ibu guru berseru kaget, lalu berjanji akan segera mengganti kotak --atau setidaknya mencarikan lauk untuk murid kecilnya yang malang itu. "Aduh, padahal tidak ada lagi sisa nasi kotak. Aduh... ah, barangkali....," gumam Ibu guru menjauh.

Rahayu menyeruput teh hangatnya pelan-pelan. Kalau hanya tak ada lauk, ia masih tak apa-apa. Toh, puasa seharian kan tujuannya bukan untuk 'maruk' pada makan enak saat berbuka. Lagipula, masih ada kurma dan kue bolu yang disajikan sebagai teman minum teh. Tapi, kejadian saat latihan menari tadi masih saja membuatnya kesal.

Annisa membuatnya kesal!

Kwreeekkk!

Selendang menari milik Rahayu robek -- Annisa yang sadar karena kesalahannya menginjak ujung sampur malah meringis tak berdosa.

Pada mulanya hanya adu mulut. Ramai bersahut-sahutan. Rahayu menyalahkan Annisa, Annisa membela diri, lalu keduanya saling menyalahkan karena merasa sama-sama benar. Ibu guru turun melerai tepat saat keduanya mulai saling jambak.

Annisa harus menjahit sampur milik Rahayu--dan Rahayu harus menunggui pekerjaan temannya sampai selesai. Setelah itu mereka harus saling bersalaman, meminta maaf. Mereka melewatkan satu sesi berlatih menari karena kejadian itu.

"Maafin aku, ya," gerundel Annisa tak ikhlas menyodorkan tangan. Rahayu menerima uluran itu, lalu menjambak rambut panjang temannya kuat-kuat.

Annisa menjerit panjang minta perhatian Ibu guru. Tapi waktu berbuka puasa hampir tiba. Rahayu sudah berlari menjauh. Kelas menari dibubarkan. Anak-anak berkumpul berteman segelas teh hangat dan penganan.

Sampurnya robek, Annisa nyebelin, sekarang ia dapat nasi kotak tanpa lauk. Hari puasa yang... hih. Sebel, deh. :(

Ibu guru tak juga datang. Rahayu memutuskan untuk salat magrib terlebih dulu. Perutnya sudah keroncongan, tapi rasa kesal membuat nafsu makannya hilang.

"Ini buat kamu...."

Rahayu urung bangkit. Si nyebelin Annisa tiba-tiba duduk di sebelahnya, membuka kotak nasi dan menyuwir-nyuwir lauk bebek goreng miliknya. "Kita bagi dua, ya."

Rahayu cuma bisa melongo.

"Aku lihat Ibu guru bingung karena katering keliru mengurus pesanan. Nah, separuh buat kamu, separuh buat aku. Aku suka bebek goreng ini. Oh ya, nih, sambal goreng ati bebek sama semangkanya kubagi dua juga."

Perut Rahayu kembali berkeruyuk seperti kokokan ayam jantan. Annisa terkikih, Rahayu meringis malu.

"Ibuku selalu bilang, memberi tak pernah mengurangi, tapi justru menambah," kata Annisa. "Aku nggak ngerti apa maksudnya."

"Mungkin, dari lauk satu nasi kotak, jadi dua lauk dua nasi kotak. Nasi kotakmu dan punyaku," jawab Rahayu agak kurang yakin. "Nggak berkurang tapi malah bertambah, kan?"

"Iya, ya. Eh, aku tadi sungguhan minta maaf. Selendangmu robek. Aku nggak sengaja. Beneran. Maaf, ya."

Dongkol di hati Rahayu telah berkurang. "Kan kamu sudah ngejahitin lagi. Jahitanmu jelek, sih, tapi nggak apa-apa."

Annisa menyunggingkan senyum. "Makasih, ya. Berarti aku sudah impas: bersalah, tapi sudah ngebenerin sampurmu, dan minta maaf."

Rahayu mengangguk. Ia mengira mereka kini bisa jadi sepasang sahabat.

"Tapi, kamu masih berutang satu impas lagi denganku," kata Annisa.

"Apa?"

Annisa balas menjambak kuat-kuat rambut Rahayu hingga kawannya memekik kaget --juga kesakitan. Bocah bandel itu nyengir puas.

Rahayu tidak terima. Ia berlari mengejar Annisa yang sudah ngibrit menyelamatkan diri. Mereka berdua kejar-kejaran mengelilingi ruangan aula. Murid-murid kelas menari lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya.

"Ayo, lari! Lari!"

"Balas jambak! Jambak! Tonyoo....!"

Ibu guru menepuk jidat melihat keriuhan murid-muridnya. Selalu begitu, selalu lucu, selalu... hhhh.... Semoga saja tak ada gelas teh tertendang atau kue bolu gepeng terinjak.

"Anak-anak, ayoooo..... Salat magrib dulu. Hei, ayooo...," seru Ibu guru mencoba mengendalikan situasi. ***
___
Cerita barusan hanyalah fiktif belaka. Namun, menu bebek goreng dan menu bebek-bebek lainnya dari #BebekMenoreh adalah nyata.

Menu Bebek Menoreh bisa dipesan via WA: 0857-0857-4637
Kirim via go-send/grab-delivery | Lokasi: Gamping, Yogyakarta

Copyright © 2018- | Viva | Sitemap | KULINER BEBEK MENOREH | Bebek Jogja Mantap Siap Santap