Selasa, 07 Mei 2019


Berbuka dengan Bebek Menoreh Semua Senang

JOGJA JELANG SENJA menghadirkan temaram kuning keemasan yang khas. Jundan pulang bergegas-gegas. Bila tak bersegera, ia bisa kemalaman, terlambat berbuka puasa.


Meski wajahnya selalu saja menunjukkan raut ceria, sore itu dalam hati Jundan terasa setengah menyesal. Ia menyerahkan seluruh tangkapan ikan wadernya pada Andi--si bocah kerempeng pupuk bawang tapi bersemangat tinggi mencari ikan di Kali Sepuri meski hasilnya banyak yang luput alias sedikit.

Ketika bocah-bocah lain, termasuk Jundan, pulang menenteng kepis penuh hasil tangkapan, Andi berjalan lunglai karena wadah ikannya hanya berisi tiga ekor cethul.

"Digoreng, buat lauk berbuka puasa."

Andi menerima pemberian Jundan dengan kedua mata berbinar. Bocah itu lantang mengucap terima kasih sebelum akhirnya berlari pulang. Kepis miliknya kini penuh ikan.

Dalam perjalanan pulang kepis ikan Jundan kosong bergoyang-goyang. Sekarang bocah itu menyayangkan, betapa enaknya lauk wader goreng kriuk untuk berbuka puasa. "Ah, seandainya...."

Penyesalan di dalam hati Jundan terhenti. Telinganya mendengar suara kricik-kricik-kemriyek khas gorengan minyak panas yang ditingkahi aroma sedap gurih menggugah selera. Ibu sedang memasak! Masak apa, yah?

Serta merta Jundan mendorong pintu belakang arah dapur dan mencari tahu. Ibu sedang menggoreng bebek, Bebek Menoreh!

Jundan segera terbayang; betapa bagian kulit berdagingnya yang dicubit, lalu pada sambal didulit, sebelum akhirnya disuap dengan sepuluk nasi panas. Minumnya teh tubruk nasgitel gula batu yang dituang dari teko blirik. Hmmm.... enaaakkk --

"Hayo, malah ngiler ngebayangin. Belum wayahee... wayaheee....," ingat Ibu.

Setelah mandi dan saat menunggu waktu berbuka, Jundan jadi mengerti. Tak seharusnya tadi ia menyesal telah mengosongkan kepis ikannya untuk Andi. Kan katanya, apabila tangan kanan memberi, tangan kirimu sebaiknya 'tidak tahu'.

Itu artinya ikhlas. Tak mengungkit-ungkit atau malah menyesali kebaikan yang sudah dilakukan. Lagian dengan ikhlas, sekarang Jundan sudah memetik hasilnya; ia akan berbuka dengan bebek goreng yang uh-sye-dapp.

Sore ini semestinya semua sama-sama senang. Kepis ikan Andi tak kosong pun bisa berbuka dengan wader goreng kriuk. Dalam hati Jundan juga telah plong, dan mengerti makna dari ngunduh wohing pakarti.

Ngunduh wohing pakarti, menerima buah dari hasil perbuatannya sendiri. Siapa yang menanam kebaikan, dia juga akan memperoleh kebaikan. Begitu pula sebaliknya.

Tak lama, suara lantang azan berkumandang.
Alhamdulillah....

Menu Bebek Menoreh WA: 0857-0857-4637
Kirim via go-send/grab-delivery Lokasi: Gamping, Yogyakarta

Copyright © 2018- | Viva | Sitemap | MURAKABIVOLQAmedia | KULINER BEBEK MENOREH | Bebek Jogja Mantap Siap Santap